Wukuf di Arafah hingga Matahari Terbenam


Waktu dikatakan wukuf di Arafah adalah waktu mulai dari matahari tergelincir (waktu zawal) pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga waktu terbit fajar Shubuh (masuk waktu Shubuh) pada hari nahr (10 Dzulhijjah). Jika seseorang wukuf di Arafah selain waktu tersebut, wukufnya tidak sah berdasarkan kesepakatan para ulama (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 17: 49-50)

Sebagian jamaah haji keluar dari Arafah sebelum matahari terbenam, lalu mereka berangkat ke Muzdalifah. Ini kekeliruan besar. Di dalamnya ada sikap penyerupaan terhadap orang-orang musyrik yang keluar dari Arafah sebelum matahari terbenam dan menyelisihi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang tidak keluar dari Arafah kecuali setelah matahari terbenam dan awan kuning sudah menghilang sedikit. Sebagaimana terdapat dalam hadits Jabir radhiallahu anhu.

Karena itu, jamaah haji harus menetap dalam batas Arafah hingga matahari terbenam, karena waktu wukuf telah ditetapkan hingga matahari terbenam. Sebagaimana tidak boleh bagi orang yang berpuasa untuk berbuka sebelum matahari terbenam, maka orang yang wukuf tidak boleh meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam.

Wukuf di arafah hingga matahari terbenam adalah salah satu dari wajib haji, siapa yang meninggalkannya maka di harus membayar Dam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar